Desa Tanjung Eran
Kecamatan Pino, Kabupaten Bengkulu Selatan
SEJARAH DESA
Nama desa Tanjung Eran , menurut cerita para tetua desa bermula dari legenda zaman dahulu. Dimana di daerah pingiran sungai Manna (kurang lebih 300m dari desa saat ini) didiami oleh beberapa keluarga yang kondisinya sangat miskin. Dan pada suatu hari menjelang magrib salah satu keluarga kedatangan tamu seorang nenek tua yang tidak tahu dari mana asalnya menumpang untuk menginap karena kondisi sudah malam, oleh tuan rumah dipersilahkan. Dan saat subuh nenek tersebut berpamitan untuk meneruskan perjalananya. Kemudian sang istri mulai kebingungan karena untuk makan hari itu sudah tidak memiliki beras lagi untuk dimasak. Dalam kondisi bingung sang istri tetap membuka tempat beras untuk meyakinkan diri bahwa beras memang telah benar benar habis, namun kemudian sang istri terkejut melihat tempat beras yang semula kosong sudah terisi penuh dengan beras. Heran lah keluarga tersebut dan para tetangga melihat keajaiban tersebut, sehingga kemudian tempat tersebut dinamakan Tanjung Eran sampai saat ini.
Sejarah Desa yang tercatat resmi di mulai pada pada tahun 1930 zaman penjajahan bangsa Belanda. Warga yang mendiami wilayah Tanjung Eran lama berpindah kelokasi Tanjung Eran saat ini dan menyepakati untuk mengunakan nama Tanjung Eran di wilayah yang baru yang diami saat ini. Atas kesepakatan bersama warga di angkatlah Merana sebagai pemimpin di kedepatian baru ini. Setelah berjalan beberapa lama, Pemerintah menganggap belum mencukupi persyaratan untuk membentuk satu kedepatian maka Kedepatian ini disatukan dengan Kedepatian Mandi Angin yang depatinya Alirayim.
Secara berurutan selanjutnya kepemimpinan desa silih berganti dan perkembangan desa semakin baik. Saat ini pusat pemerintahan desa berada di dusun Mandi Angin.
|
NO |
NAMA DEPATI/ Kepala Desa |
PERIODE |
KETERANGAN |
|
1 |
MERANA |
1930 |
Depati Terpilih |
|
2 |
ALIRAYIM |
1957 |
Penggabungan Depati dengan Mandi Angin |
|
3 |
AJRIN |
1968-1970 |
Depati Terpilih |
|
1970 |
Karena Wilayah Kedepatian Sangat Luas, maka terjadi Pemekaran Depati Mandi Angin dan Depati Tanjung Eran |
||
|
4 |
AJRIN |
1975-1980 |
Depati Tanjung Eran |
|
5 |
BERAWAL |
1975-1980 |
Depati Mandi Angin |
|
1980 |
Kedepatian Mandi Angin tidak mendapatkan SK Defenitif, maka terjadi Penggabungan Depati Mandi Angin dan Depati Tanjung Eran |
||
|
6 |
SEMA’UN |
1980-1984 |
Pjs. Depati |
|
Kedepatian berubah menjadi desa, |
|||
|
7 |
A KARIM |
1984-1995 |
Pjs Kepala Desa |
|
8 |
KAMALUDIN |
1995-2003 |
Kepala Desa Terpilih |
|
9 |
SAPUAN |
2003-2008 |
Kepala Desa Terpilih |
|
2007 |
Terjadi Pemekaran Desa Pandang Tambak dan Desa Tanjung Eran |
||
|
10 |
SYADIKIN |
2008-2015 |
Kepala Desa Terpilih |
|
11 |
RUDI HARTONO |
2015-2021 |
Kepala Desa Terpilih |
|
12 |
WILA SUMIARTI, A.Ma |
2021 |
Pjs. Kepala Desa |
|
13 |
RUDI HARTONO |
2021 - sekarang |
Kepala Desa Terpilih |



Nopti Rianah
03 November 2022 03:26:49
Semoga ini awal ikhtiar yang baik insyaAllah untuk menuju lebih baik, Satu Data Indonesia untuk Program...